Connect with us

NEWS

Perkuat Ekonomi, Dana Desa dan Koperasi Diminta Lebih Inovatif

Published

on

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Dr. Dewa Wisana.

Depok – Perkiraan momentum Ramadan 2026 sebelumnya tidak akan sekuat tahun-tahun sebelumnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Tekanan PHK dan melemahnya daya beli membuat konsumsi rumah tangga berpotensi tertahan, sehingga efek ekonomi pasca-Lebaran tidak terlalu signifikan.

Di tengah kondisi tersebut, peran dana desa dan koperasi desa kembali menjadi perhatian sebagai salah satu instrumen penggerak ekonomi rakyat. Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Dr. Dewa Wisana menilai, keberhasilan koperasi desa sangat bergantung pada model bisnis yang berjalan.

Menurutnya, dana desa bisa menjadi modal awal, sedangkan koperasi adalah mesin ekonominya. Koperasi tidak otomatis relevan hanya karena berbasis desa. “Peran koperasi desa sebagai penggerak ekonomi rakyat tergantung bisnis apa yang ada,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga : HUT IJTI Depok Diisi Aksi Sosial, Gandeng The Margo Hotel Santuni 100 Anak Yatim

Ia menjelaskan, jika koperasi hanya menjalankan usaha penjualan seperti marketplace atau simpan pinjam tradisional yang bersaing langsung dengan fintech, maka daya saingnya akan lemah jika tidak sejalan dengan inovasi. Tanpa sentuhan modern dan strategi bisnis yang adaptif, koperasi akan sulit menarik minat masyarakay. “Jika lini bisnis yang berjalan adalah usaha penjualan seperti marketplace atau simpan pinjam ‘traditional’ yang bersaing dengan fintech, tentu akan menjadi kurang relevan. Dan jika bisnis tersebut tanpa sentuhan modern atau strategi bisnis yang inovatif,” tambahnya.

Dewa menegaskan, konsumen saat ini semakin kritis dan memiliki banyak pilihan layanan. Mudahnya mengakses informasi yang membuat masyarakat bisa membandingkan produk, harga, hingga kemudahan layanan secara cepat.

Karena itu, tantangan Koperasi Merah Putih maupun koperasi desa lainnya adalah menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda di tengah pasar yang semakin kompetitif. Tanpa inovasi dan keunggulan yang jelas, koperasi akan sulit menjadi motor penggerak ekonomi, termasuk dalam momentum Ramadan 2026.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2024 Indonesianstory.id - All Right Reserved